Selasa, 17 Februari 2015

Shutter speed/kecepatan rana

Sudah disinggung ditulisan sebelumnya jika shutter speed/kecepatan rana adalah salah satu proses penting dari terciptanya sebuah foto dengan 3 unsur didalamnya yang disebut dengan exposure.Cara kerjanya adalah ketika photographer menekan tombol rana kamera secara penuh,shutter akan terbuka dan mengatup kembali sehingga membatasi jumlah cahaya yang masuk kedalam sensor kamera melalui bukaan lensa.

Ukuran kecepatan shutter ditentukan sendiri oleh photographer namun dengan memperhatikan kaidah yang ada dengan melihat ketersediaan cahaya pada saat hendak melakukan foto.

misalkan pada saat memotret malam hari dimana jumlah cahaya sangat sedikit,menginginkan shutter speed tinggi pada settingan kamera adalah suatu hal yang mustahil.Begitu pula sebaliknya ketika memotret pada siang hari saat cahaya melimpah,jika kita memaksakan settingan kamera pada shutter speed yang lambat hasil foto menjadi tidak seimbang karena foto akan menjadi overexposure atau terlalu terang.

Gambar Exposure dan contoh foto yang ditangkap  kamera
Ada 2 tipe jenis settingan shutter speed untuk membuat proses foto.Masing-masing tipe menghasilkan objek gambar yang berbeda.Kedua tipe tersebut terbagi atas : shutter speed tinggi dan shutter speed lambat.
shutter speed tinggi berguna untuk membekukan objek yang sedang bergerak,semakin tinggi settingan shutter kamera semakin baik kemampuan kamera  menangkap objek yang  bergerak lebih cepat.sebaliknya shutter speed lambat sangat payah untuk membekukan objek.Semakin lambat settingan shutter kamera semakin payah kamera membekukan gambar.Pada settingan shutter speed lambatlah resiko menghasilkan foto yang blur/tidak tajam sangat besar.

Contohnya jika kita memotret objek yang bergerak seperti pemain skate board yang akan melakukan aksi akrobatik dengan melompati beberapa orang yang sedang terbaring dipermukaan tanah,untuk dapat menangkap moment tersebut dengan baik dan detail maka menggunakan shutter speed yang cepat adalah keharusan.Semakin cepat mensetting shutter speed kamera semakin baik kamera menangkap adegan tersebut.Settingan ini juga sangat tepat untuk membuat foto Levitasi.
Umummnya Pada settingan shutter speed tinggi anda tidak begitu memerlukan tripod.

salah satu contoh foto menggunakan shutter speed tinggi. settingan
jenis foto ini masih dapat menangkap dengan baik objek yang bergerak cepat
Shutter speed lambat kebalikan dari shutter speed cepat.Sudah diterangkan diatas jika anda memaksa menggunakan settingan shutter speed lambat ketika akan memotret objek yang bergerak seperti contoh pemain skate board, maka hasilnya kamera tidak akan menangkap adegan dengan baik.

Namun shutter speed lambat juga dapat menghasilkan efek foto yang spektakuler untuk menangkap fota objek yang bergerak.Misalkan memotret air terjun atau lampu-lampu kendaraan yang melaju pada malam hari.Namun pada saat keadaan membuat foto dengan shutter speed yang lambat sangat disarankan untuk selalu menggunakan tripod.

salah satu contoh foto menggunakan shutter speed lambat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar